Jumat, 12 November 2010

PHP(Peace, Happiness, Prosperity)













Manusia hanyalah makhluk yang lemah. Tapi dari kelemahan itu kita dapat mengantisipasinya dengan mempelajari kelemahan itu sebagai suatu kelebihan yang belum ditemukan.
Berawal dari kelebihan yang belum ditemukan itu, sebuah pencapaian tertinggi akan dapat kita raih dalam genggaman tangan manusia yang lemah ini.
Dalam sebuah buku biografi yang cukup terkenal berjudul Pegawai Toko Sepeda Yang Menjadi Raja Elektrik Jepang, seorang tokohnya yang bernama Matsushita Konosuke telah membuktikannya. Saya masih ingat kalau tidak salah Ia selalu berkata kepada orang lain bahwa, "Saya hanyalah seseorang yang tidak tamat Sekolah Dasar. Walaupun saya tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi tetapi saya memiliki keinginan kuat untuk terus berusaha. Saya selalu belajar dimana pun saya berada dan dalam setiap keadaan."
Konosuke merupakan seseorang yang sangat sukses walaupun Ia hanyalah seseorang yang tidak tamat Sekolah Dasar, yaitu menjadi Raja Elektrik Jepang. Ia pernah menulis sebuah majalah yang berjudul PHP(Peace, Happiness, Prosperity). Di bawah ini adalah contoh-contoh tulisan Konosuke yang dimuat dalam majalah PHP.

1. "Mengapa"
Hati seorang anak kecil itu polos. Karena itu, saat ada sesuatu yang tak dimengertinya, ia akan bertana, "Mengapa? Mengapa?"
Anak kecil itu selalu bersungguh-sungguh dalam segala hal. Karena itu ia memikirkan dengan sungguh-sungguh jawaban yang diterimanya dari pertanyaan yang diajukannya. Dipikirannya terus sampai ia merasa tidak puas dengan jawaban yang diterimanya, ia akan terus bertanya, "Mengapa? Mengapa?" Anak-anak tumbuh dari pengulangan hal tersebut. Mereka akan mendapat jawaban dari pertanyaan "Mengapa?" yang diajukannya, kemudian memikirkannya sendiri, setelah itu masih bertanya lagi, "Mengapa?", semua itu terulang hari demi hari dan mereka pun tumbuh menjadi dewasa.
Kemakmuran berawal dari sebuah pertanyaan "Mengapa?".

2. "Binatang dalam kandang"
Binatang yang ada di kebun binatang, tidak pernah merasa kekurangan makanan. mereka tidak perlu cemas akan ancaman dari binatang lain. Mereka hanya tidur dan bermalas-malasan di dalam kandangnya. Tetapi apakah mereka merasa senang dengan keadaan itu?
Aku pernah merindukan suasana hidup di mana kita tidak perlu susah payah, tidak perlu berusaha. Tetapi, akankah semangat hidup yang kuat akan muncul dari suasana seperti itu?
Hidup manusia baru bisa dikatakan sempurna setelah ia menghadapi berbagai permasalahan dan dapat mengatasi permasalahn itu dalam kehidupannya.

3. "Pengetahuan seseorang"
Pengetahuan seseorang untuk membantunya mengambil keputusan itu ada batasnya. Karena itu, pada saat menghadapi banyak masalah ia bisa saja tersesat, atau terhambat.
Ada kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Sudah seharusnya kita bertanya apabila ada yang tidak kita ketahui. Bahkan, sebaiknya kita mencoba mendengar pendapat orang lain tentang sesuatu hal walaupun kita sudah tahu tentang masalah itu. Tidak peduli orang lain itu siapa, yang paling penting adalah kita mendengarkan pendapat orang itu dengan tulus, karena hal itu akan menambah pengetahuan kita dan menjadikan kita lebih bijaksana. Dengan kata lain, pengetahuan dari satu orang, bisa menjadi pengetahuan dua orang. Dari dua orang kemudian bertambah menjadi tiga orang, dan dari tiga orang menjadi empat orang dan seterusnya. Semakin banyak berkembang semakin baik.
Sebaiknya kita tidak berjalan hanya dengan mengandalkan pengetahuan, pendapat dan kebijaksanaan kita sendiri.
Tidak ada seorang pun yang hidup tanpa masalah dan tanpa rasa bimbang. Untuk orang-orang yang sedang bimbang dan sedang menghadapi masalah, perkataan Konosuke seperti yang telah dicontohkan di atas itu sangatlah menghibur.
JADILAH PRIBADI YANG SEMPURNA DENGAN MENYEMPURNAKAN ORANG LAIN..
HADAPI SETIAP MASALAH DENGAN LANGKAH BIJAK DAN TEPAT..
JADIKAN SETIAP KATA-KATA GURU UNTUKMU..

Sumber: Okamoto, Bunrya, dan Takada, Isao. 2003. Pegawai Toko Sepeda Jadi Raja Elektrik Jepang. Jakarta: PT.Grasindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar